Peradaban Suku Zo'e Yang Vulgar

Vulgarnya suku zoe - Halo sobat bloggedewek, bagaimanakah perasaan dan aktifitas kalian di hari ini?. Semoga kita selalu mendapatkan keberkahan dan juga kebaikan. Amiin...

Berbicara mengenai "suku", di Indonesia saja banyak sekali, apalagi seluruh dunia ini. Betul bukan?.

Nah, yang menjadi hal yang unik adalah keberagaman suku itu dengan berbagai hal dan tradisi yang berbeda-beda, antara 1 hal dengan hal lainnya.

Sebelumnya saya memang telah membahas mengenai beberapa suku yang begitu unik dan memprihatinkan pada artikel tentang:

*. Peradaban suku awa yang mencengangkan
*. Pernikahan suku Xingu yang viral

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas sedikit mengenai peradaban suku zoe.

Ingin tahu seperti apa?. Silakan simak saja pembahasannya dibawah ini.

Vulgarnya suku zoe





Melihat foto suku zoe diatas saja kita bisa mengartikan bahwa mereka hidup dengan mengandalkan alam sepenuhnya, namun mereka masih belum menggunakan pakaian untuk menutup badannya.

Suku zoe, atau ada yang bilang zo'e, bure, moon people (orang bulan), poturujara adalah suku yang berada di pedalaman hutan di utara Brazil.

Suku zo'e ini sangat terkenal oleh beberapa orang disana karena kaum pria maupun wanita disana memiliki tindikan dengan potongan kayu pada bibir mereka yang disebut dengan nama "poturu".

Tubuh mereka berwana merah karena diolesi pewarna merah dari buah hutan yang bernama urucum.

Lalu pada saat sekitar usia sembilan tahun mereka sudah diwajibkan untuk memakai tindikan itu.

Bahasa yang digunakan oleh suku zo'e adalah bahasa sub-kelompok dari keluarga bahasa Tupi-Guarani.

Tradisi pernikahan dari suku Zo'e adalah kompleks dan tidak sepenuhnya bisa kita pahami dengan baik.

Pernikahan tersebut diatur ketika gadis-gadis sangat muda dan untuk dikawinkan dengan pria yang lebih tua.

Selain itu, yang menjadi ciri khas untuk wanita yang lebih tua untuk memiliki sedikitnya satu suami yang lebih muda.

Memang tradisi mereka terkenal vulgar, mereka harus poligami dan Poliandri.

Tidak diketahui berapa banyak istri maupun suami yang diperbolehkan untuk dimiliki. Banyak wanita berpraktik untuk poliandri, memiliki satu atau lebih suami , atau sebagai suami muda. yaitu pemuda yang belajar bagaimana menjadi pasangan yang baik, dalam pertukaran untuk berburu untuk menghidupi keluarga.

Hubungan mereka semua begitu fungsional dan harmonis. Sehingga kecemburuan hampir tidak pernah dijumpai. Berbeda di kehidupan kita dan Anda, melihat orang lain yang kita sayangi ngobrol dengan orang lain saja kita langsung cemburu.

Kelompok-kelompok dalam suku zo'e dibentuk demi menjaga masyarakat terhadap kelaparan. Dan mereka akan menghasilkan keturunan yang baik dan juga lebih sehat.

Demikianlah pembahasan mengenai peradaban suku zoe. Semoga bermanfaat.