Apakah Bersentuhan dengan Suami Membatalkan Wudhu?

Apakah bersentuhan dengan suami membatalkan wudhu? - Halo sobat bloggedewek, apakabarnya kalian semua?, semoga hari ini menjadi hari yang membahagiakan bagi saya sendiri dan juga Anda semua.

Apakah Anda masih bingung dengan masalh bersentuhan suami istri membatalkan wudhu?.

Mungkin Anda sudah tahu bahwa hukum batal wudhu bersentuhan dengan anak kecil yang belum baligh itu tidak berpengaruh, alias tidak batal.

Namun apakah bersentuhan kulit membatalkan wudhu?.

Untuk mengetahui mengenai hal ini dan bersentuhan dengan siapa saja yang membatalkan wudhu, maka Anda bisa simak pembahasannya dibawah ini.

Baca juga: Sikap yang harus ditunjukan saat ada kemaksiatan didepan mata

Apakah Bersentuhan dengan Suami Membatalkan Wudhu?





Istri adalah mahram bagi laki-laki atau suaminya itu. Begitu juga sebaliknya dan hukumnya muhrim.

Namun kita tahu bahwa sesama mahram apabila bersentuhan saat dalam keadaan sudah berwudlu, maka tidak menimbulkan batal.

Namun bagaimanakah hukumnya bila menyentuh kulit pasangannya sendiri?.

Baca juga: Dampak membuka aurat bagi wanita

Apakah batal wudhu bersentuhan suami istri?

Bersentuhan dengan suami atau istri termasuk hal yg membatalkan wudhu menurut imam syafi'i.

Namun, secara umum ada 3 opini para ulama besar yang berbeda-beda dalam hal ini.

Imam Syafi'i dan ulama dari kalangannya mengemukakan suatu pendapatnya bahwa apabila bersentuhan kulit tanpa penghalang, baik itu dengan istrinya atau suaminya sendiri, hikumnya membatalkan wudhu.

Walaupun hal itu adalah bersentuhan tanpa syahwat tetap saja membuat wudlu tidak berguna.

Imam Syafi'i berpendapat bahwa siapa yang menyentuh lawan jenisnya tanpa alat, baik menimbulkan birahi maupun tidak, maka wudhunya menjadi batal.

Lalu bagaimanakah hukum bersentuhan suami istri dalam keadaan berwudhu dari pendapat lainnya?.

Pendapat lainnya yaitu dari Imam Hanifah. Imam Hanifah berpendapat bahwa hanyalah persetubuhan saja yang dapat membatalkan wudhu.

Hal ini didasari sari Dalil dalam surat an-Nisa ayat 43. Kata laamastum di sini dimaknai dengan kata jima atau persetubuhan.

Syekh Salih bin Muhammad juga berpendapat bahwa tidak batal wudhunya suami istri yang bersentuhan bahkan saat berciuman.

Hal ini didasari dari hadis Aisyah RA. bahwa Nabi SAW mencium salah satu istrinya kemudian melaksanakan shalat tanpa berwudhu lagi yang mana ini juga diriwayatkan dari Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud.

Jadi Anda sudah tahu kan bersentuhan dengan siapa saja yang membatalkan wudhu, yaitu selain mahram.

Anda seharusnya sudah tidak bingung lagi mengenai apakah bersentuhan dengan suami membatalkan wudhu.

Karena Anda tinggal menganut pahamnya siapa. Terserah, yang penting itu ada dalil dan juga benar-benar ada bukti yang valid.


Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai hukum bersentuhan antara suami dan istri sesudah wudhu.

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Amiin.

Jangan lupa, jika ingin dapatkan informasi bermanfaat, maka kunjungi selalu blog ini yah!.

Ingat blog "bloggedewek". Thanks...