Tugas 1 Menulis Ulang Teks Anekdot Politisi Blusukan Banjir

Menulis ulang teks anekdot - Halo sobat bloggedewek, apakabarnya semuanya hari ini, semoga kita semua tetap diberikan kebaikan dan hidayah untuk selalu berbuat baik.

Mungkin Anda sedang mencari beberapa hal mengenai menulis ulang teks anekdot bukan?.

Dan pastinya saat ini Anda sedang mencari referensi dan kunci jawaban tugas 1 menulis ulang teks anekdot bukan?.

Jika ya, maka Anda menemukan tempat yang benar-benar tepat nih... Soalnya Anda menemukan blog terbaik yang menyajikan info lebih berkelas daripada blog lainnya.

Jadi apabila Anda ingin jawaban, maka Anda bisa cari informasi diblog "bloggedewek" ini. Dan kalau belum ada, silakan hubungi saya melalui laman contact diatas.

Mungkin sebelumnya Anda tentunya sudah mengetahui tugas 3 membedah struktur teks anekdot, tugas 4 membaca teks anekdot hukum peradilan, dan tugas 3 membaca teks anekdot dalam puisi itu sampah atau apa bukan?.

Sebenarnya, tugas 1 menulis ulang teks anekdot ini mudah saja, tinggal Anda sesuaikan saja dengan tema teks yang disajikan.

Lihat juga: Contoh hiasan mading dari kertas origami

Menulis ulang teks anekdot





Pada dasarnya, teks anekdot ini adalah teks yang berisi cerita singkat yang sifatnya sebenarnya menyindir, menghakimi, mengkritik berbagai hal terutama politik dan memberi kesan lucu.

Dalam materi membedah struktur teks anekdot tentu sudah Anda memahami, bahwa struktur teks anekdot itu terdiri atas:

*. Abstraksi
*. Orientasi
*. Krisis
*. Reaksi
*. Koda

Abstraksi berisikan berbagai hal yang menunjukan jalan menuju cerita selanjutnya. Atau bisa disebut awal dalam cerita.

Orientasi berisi berbagai hal tentang pengenalan. Mulai dari tokoh, atau pengenalan jalannya cerita itu sendiri.

Krisis bisa disebut puncak cerita.

Reaksi yaitu tanggapan dari berbagai hal tentang hal yang terjadi dalam krisis.

Koda yaitu kembalinya kekeadaan semula.

POLITISI BLUSUKAN

Pada malam Jum’at Kliwon, sejumlah politisi melakukan blusukan ke kampong Munggah Teros yang merupakan salah satu lokasi banjir. Tak ketinggalan juga seorang politisi yang bernama Riris meninjau lokasi banjir. Saat meninjau lokasi banjir, kebetulan banyak wartawan yang sedang meliput. Riris : “Mumpung banyak wartawan yang sedang meliput aku harus terlihat dermawan nih”. (berbicara dalam hati) Sambil merapikan baju, Riris menuju ke kampong Munggah Teros yang terkena banjir. Saat itu adasalah satu wartawan yang mewawancarai Bu Riris. Wartawan : “Bu Riris, apa motivasi Ibu bisa dating kemari. Padahal ini adalah lokasi banjir terparah di kota ini”. Riris : “Sebagai manusia sosial,kita harus saling membantu satu sama lain:. Riris pun menghampiri salah seorang warga lalu memberikan sumbangan kepada warga tersebut. Riris :”Ini bu ada sedikit rezeki dari saya, semoga bermanfaat”. Warga:”Terimakasih Bu, semoga amal Ibu bisa dibalas oleh Allah”. Riris :”Iya sama-sama”. Wartawan : Bagaimana perasaan andasetelah menerima bantuandari Bu Riris?”. Warga:”Tentu saja saya sangat bahagia ya, apalagi pemberian bantuan ini dilakukan Bu Riris dengan ikhlas kan Bu?”. Riris :”Iya”. Riris tidak puas hanya memberikan bantuan, iya juga mengajak wartawan meninjau lebih jauh agar lebih terkenal. Namun ia tak sadar bahwa ia berjalan di aliran yang cukup deras, sehingga ia terseret arus banjir tersebut”. Riris: ”Tolong…tolong….”. Wartawan dan warga : “Ayo Bu pegang tangan saya”. Setelah tertolong, Bu Riris dibawa ke posko kesehatan dengan keadaan pingsan dan basah kuyup. Beberapa saat kemudian Bu Riris Siuman. Saat tersadar, Bu Riris didatangi wartawan. Wartawan :”Bagaimana keadaan Ibu saat ini, setelah hanyut tadi?”. Warga :”Sudah mbak, nantisaja wawancaranya, Bu Riris belum sembuh total dari pingsannya”. Sementara warga menghalangi wartawan untuk mewawancarai Bu Riris, Bu Riris melihat sebuah tulisan yang tertempel di dinding posko kesehatan. Tulisan itu berbunyi “YA ALLAH, HANYUTKANLAH MEREKA YANG TIDAK IKHLAS MEMBERI”. Bu Riris pingsan setelah membacanya.

Baca juga: Kumpulan pertanyaan tentang kenakalan remaja

Jadi dalam tugas 1 menulis ulang teks anekdot, maka Anda harus menuliskannya kembali sesuai dengan urutan struktur diatas.

Jangan sampai kebolak-balik.

Dan yang penting tulis dengan gaya bahasa sendiri yang lebih fleksibel.

Demikianlah pembahasan mengenai tugas 1 menulis ulang teks anekdot politisi blusukan banjir. Semoga bermanfaat.