Mengapa Terjadi Perbedaan Gender dalam Masyarakat

Mengapa terjadi perbedaan gender dalam masyarakat - Berbicara mengenai gender atau jenis kelamin memang sahabat bloggedewek semuanya pasti sudah tahu kan?.

Perbedaan gender itu bisa saja berdampak baik, namun juga berdampak buruk juga bisa.

Dengan adanya perbedaan gender yang terjadi di dalam masyarakat itu menyebabkan pola perubahan mindset atau pola pikir.

Mindset itu berupa anggapan akan banyak hal terkait perbedaan mencolok antara pria dan wanita. Banyak orang menganggap bahwa pria itu berfisik kuat dan wanita itu memiliki fisik yang lemah. Selain itu, wanita hanya perlu bekerja di dapur dan beberapa mindset jadul lainnya yang kadang masih ada hingga sekarang. Namun sekarang emansipasi wanita juga harus bisa ditingkatkan lagi.

Berikut ini beberapa alasan mengapa terjadi perbedaan gender dalam masyarakat:



1. Takdir Tuhan

Saya tidak bisa menjelaskan... jika Anda ingin tahu kenapa, maka silakan tanya tuhan.

2. Agar bisa saling mengenal

Dengan adanya laki-laki dan perempuan, maka kita bisa saling mengenal, bisa saling jatuh cinta dan bisa mendapatkan banyak hal dari perbedaan gender ini.

Kita yang tadinya gak kenal, lalu ketemuan di sosial media lalu tanya tanya dan cocok. Lalu ketemuan akhirnya jadi pacar. Nah itulah yang bisa disebut manfaat perbedaan gender.

3. Agar bisa bereproduksi

Ya istilahnya sih bisa melanjutkan keturunan gitu deh... jadi dengan adanya perbedaan gender dalam masyarakat, kita bisa membuat keturunan demi generasi masa depan.

4. Bisa saling bersosialisasi

Laki-laki dan perempuan itu memiliki sifat yang berbeda dari dasarnya. Jadi dengan pebedaan itulah bisa jadi saling melengkapi dan mendapatkan keuntungan.

Nah berikut saya akan menjelaskan 3 contoh perbedaan gender dalam masyarakat berikut asal daerahnya seperti yang dikutip dari forum pendidikan.

1. Perbedaan gender masyarakat Minangkabau

Masyarakat Minangkabau sudah tahu kan yang terkenal akan masyarakatnya sebagai penganut paham matrilineal.

Dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau, bahwa seorang wanita itu merupakan pewaris uta.a dari hartanya dan juga pewaris garis keturunan dari sebuah keluarga. Berbeda dari seorang wanita yang mewarisi harta pusaka, seorang pria akan mewarisi gelar adat. Dan dalam masalah fungsi adat, pria lah yang akan memimpin musyawarah serta upacara adat.

Dalam satu keluarga, yang namanya ayah itu diperlakukan bagaikan seorang tamu. Dalam kebudayaan ini, seorang wanita mempunyai kedudukan yang sangat istimewa dan memiliki peranan besar dalam penentuan sebuah keputusan yang dibuat oleh lakinya sebagai pemimpin adat dan musyawarah.

Baca juga: Mengapa keberagaman dalam masyarakat dapat menimbulkan pertengkaran?

2. Perbedaan gender masyarakat Dayak

Perbedaan gender masyarakat Dayak dalam masyarakat dapat dilihat dari pembagian peran dalam bekerja, terutama masyarakat Dayak yang masih berada di daerah pedasaan dalam. Konsep budaya Dayak tersebut biasa dikaitkan dengan konsep dari budaya yang berasal dari Betang. Masyarakat Dayak menganut keluarga parental dimana mereka menggunakan pola patriarki.

Dalam pola patriarki ini pria merupakan kepala keluarga yang berkuasa penuh atas segala keputusan, pemenuhan kebutuhan ekonomi, sosial, lingkup keamanan dan lainnya.

Dalam kegiatan seperti halnya kegiatan pertanian, yang melakukan semua pekerjaannya mulai dari menyiapkan lahan hingga panen padi dilakukan oleh pria. Sedangkan dalam budaya Betang sendiri yang merupakan bagian dari komunitas Dayak, seorang laki-laki akan tidurdi luar kamar, sedang seorang anak perempuan akan tidur di dalam kamar.

3. Perbedaan gender masyarakat Batak

Dalam masyarakat Batak terutama suku Batak Toba terdapat perbedaan status antara laki-laki dan perempuan yang mendasar. Sama seperti masyarakat Dayak, masyarakat Batak juga menganut budaya patriarki, yang pada dasarnya lebih mengunggulkan kaum laki-laki dibandingkan dengan kaum perempuan.

Dalam hal ini seorang laki-laki adalah pembawa marga atau dengan kata lain garis keturunan berada ditangan laki-laki. Oleh karena itu seorang anak laki-laki begitulah istimewa dalam kebudayaan rakyat Batak. Dalam sebuah pernikahan, laki-laki sebagai suami juga memiliki hak yang istimewa dan sangat berbeda dengan si istri.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai mengapa terjadi perbedaan gender dalam masyarakat. Semoga bermanfaat yah..

Jangan lupa kunjungannya terus ke blog ini lho!. Thanks.