Hukum Mengumandangkan Takbir Dihari Biasa (Takbiran)

Halo sobat blog bloggedewek, pernah gak kalian bertanya-tanya mengenai hukum mengumandangkan takbir di hari biasa alias Takbiran tapi bukan saat malam hari raya idul Fitri idul adha atau hari tasyrik. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hukum takbiran diluar hari raya ini, silakan simak terus pembahasannya di bawah ini.

Sebelum membahas mengenai hukum mengumandangkan takbir di hari biasa ini, Kita perlu tau bahwa sejarah takbir ini dulunya adalah merupakan perintah Nabi Saw agar memperbanyak Takbir dan tahmid pada saat malam id/ied. Hal ini untuk mengagungkan Allah SWT atas kemenangan yang telah kita dapatkan.

Tapi kalau sejarah takbir keliling ini saya kurang tau, apakah memang ada pada zaman Rasulullah atau tidak. Tapi Itu tidak masalah karena artikel ini khusus membahas mengenai bacaannya dan batas waktunya takbiran saja.

Baca juga: Cara agar tidak meludah terus menerus saat puasa

Hukum takbiran di hari biasa / bukan hari raya





Ada berbagai pendapat mengenai hukum mengumandangkan takbir sebelum hari raya atau sesudah hari raya ini, tapi dari berbagai pendapat itu saya akan mencoba memberikan informasi yang intinya saja agar Anda tidak bingung membaca pemahaman yang panjang lebar.

Takbir adalah sesuatu ucapan yang bertujuan untuk membesarkan Nama Allah SWT, dan ini sebenarnya boleh dilakukan kapan saja dengan kalimat apa saja dan bisa kita baca sesuai hati kita.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim nomor 2137, berbunyi "kalimat yang paling Allah cintai ada empat yaitu Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaahaillallah, dan Allahu akbar. Kamu boleh mulai dengan kalimat manapun, tidak jadi masalah."

Hadits ini menunjukkan kepada kita bahwa dalam memuji Allah kita bisa menggunakan kalimat tersebut di atas dan bisa Subhanallah dulu, atau Alhamdulillah dulu yang memulai dari manapun itu tidak bermasalah.

Itu merupakan jenis takbir yang dilakukan kapan saja dan dimana saja boleh. Tapi ada takbir yang berbatas waktu dan tidak boleh diucapkan setelah waktu itu. Yaitu takbir lebaran.

Dalam beberapa pendapat seperti dari Imam Ahmad menyatakan bahwa umat Islam dianjurkan untuk selalu memperbanyak ucapan takbir saat mulai malam id baik idul Fitri idul adha atau 3 hari setelah idul adha (hari tasyrik).

Batas waktu takbiran idul fitri ini adalah dari mulai terbenamnya matahari (Maghrib) hingga Imam melaksanakan shalat. Ada juga yang bilang sampai khatib selesai dari kutbah dan turun dari mimbar.

Lalu ada juga waktu takbiran idul adha yang harus kita tahu. Karena batas takbir idul adha ini adalah dimulai pada Maghrib mala idul adha sampai akhir hari tasyrik atau 13 Dzulhijjah pada waktu ashar.

Jadi bagaimana hukum takbiran sebelum hari raya idul fitri atau hari biasa diluar hari raya?

Mungkin dengan pembahasan diatas Anda masih bingung bukan?

Dari beberapa pendapat memang berbeda-beda, namun bisa kita simpulkan bahwa hukum takbiran di hari biasa (luar hari raya) ini tidak dianjurkan bahkan ada yang bilang tidak boleh apalagi sampai dikeraskan seperti menggunakan toa di Masjid.

Namun bacaan takbir selain Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar, Lailaahailallah huwallahuAllahuakbar, Allahuakbar wallilahilhamd. Ini tentunya sangat dianjurkan untuk selalu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Karena bacaan seperti takbir tasbih tahmid dan tahlil serta istighfar ini adalah salah satu hal yang bisa memperberat bobot timbangan kebaikan kita saat di Yaumil akhir nanti.

Semoga pembahasan mengenai apakah hukum mengumandangkan takbir dihari biasa ini bisa bermanfaat bagi Anda.

Bagaimana pendapat Anda tentang ini, saya mengambil ini dari beberapa sumber, tapi jika Anda kurang cocok dengan materi tema Islam ini, mungkin ada kesalahan saya sangat berterima kasih kepada kalian terutama para kyai dan ulama agar mengoreksi kesalahan dalam artikel di blog bloggedewek ini.