TERBONGKAR !!! Ini Dia Elang Pengintai Teroris Milik TNI AU

Seperti yang kita ketahui akhir-akhir ini banyak teror terjadi dimana-mana. Khawatir sih selalu pasti ada di hati masyarakat dunia. Terlebih di Indonesia yang belakangan ini terjadi beberapa kasus teroris yang cukup meresahkan masyarakat. Pemerintah dan TNI beserta para pengaman negeri ini tidak tinggal diam, berbagai cara dilakukan untuk melumpuhkan setiap aksi teror yang dilakukan kelompok teroris. Mulai dari kesiapan para prajurit hingga fasilitas tempur dengan teknologi canggih.

Elang Pengintai

Hal menarik dan unik terjadi pada penyergapan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dilakukan oleh Tim Alfa 29 Batalyon Infantri 515 Komando Strategi TNI Angkatan Darat (Kostrad) pada tanggal 18 Juli 2016 yang lalu. Dimana dalam operasi ini pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang juga merupakan gembong teroris yang paling dicari, Santoso tewas dalam baku dembak yang terjadi di hutan Poso lebih tepatnya di hutan salah satu Pegunungan Biru, Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah.

Namun perlu kalian ketahui ada satu pejuang tak bernyawa yang sangat berperan penting dalam operasi tersebut, yaitu Skuadron 51. Lantas apa itu Skuadron 51?

Skuadron 51 merupakan drone atau pesawat tanpa awak yang memang tidak asing dalam dunia militer Indonesia. Drone ini mulai diresmikan dan dioperasionalkan pada Desember 2015. Dimana drone ini sudah melakukan beberapa tugasnya seperti operasi pengintaian perbatasan di Natuna terhadap pelanggar perbatasan wilayah NKRI, menghalau illegal fishing, serta mendukung operasi penumpasan teroris kelompok Santoso di Tinombala Poso. Hal ini disampaikan Letkol Pnb Arie Sulanjana.

Adapun dalam operasi penumpasan teroris kelompok Santoso, seperti yang dikatakan Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Supadio Pontianak Marsekal Pertama (Marsma) Tatang Herlyansah kepada awak media bahwa peran Skuadron 51 adalah memantau pergerakan Santoso dan anak buahnya selama berada di hutan pegunungan Poso. Dimana drone tersebut cukup canggih dan mempunyai kelebihan dari pada menggunakan pesawat berawak. Adapun kelebihan dari drone ini seperti yang diutarakan Tatang diantaranya mampu terbang selama 14 jam dan sanggup memantau area seluas 200 kilometer persegi. Tatang pun menambahkan salah satu kecanggihan dari drone ini adalah teknologi video roll yang dapat dilihat secara real time dan juga dilengkapi dengan infrared sehingga mampu tracking dengan kondisi apapun.

Memang gak salah kalau drone ini dijuluki si Elang Pengintai, karena kemampuannya seperti seekor elang yang selalu mengawasi mangsa di bawahnya. Penasaran dengan wujud drone Skuadron 51, ini penampakannya.

Skuadron 51

Itu dia wujud drone Skuadron 51 yang sangat berperan dalam militer Indonesia. Tentunya kalian ingin tahu lebih dalam dengan drone yang satu ini. Skuadron 51 merupakan jenis drone Aerostar pabrikan Israel. Pengadaan drone jenis ini di Indonesia melalui perantara Philippine Kital Corp, hal ini dikarenakan Indonesia tidak tak ada hubungan dagang dan diplolamatik dengan Israel. Drone ini memiliki kemampuan mengintai secara real time pada coverage yang luas dalam waktu yang lama. 

Berikut ini spesifikasi dari drone Aerostar Skuadron 51:
  • Manufaktur: Aeronautics Defense Systems
  • Panjang: 4,5 meter
  • Lebar: 6,5 meter
  • Tinggi: 1,2 meter
  • Berat: 210 kg
  • Kecepatan maksimum: 203 km/jam
  • Kecepatan jelajah: 114 km/jam
  • Kecepatan menanjak: 304 meter/menit
  • Ketinggian terbang: 5.846 meter
  • Mesin: 1x Zanzottera 498i two-stroke boxer
  • Jarak jangkau: 200 km
  • Max payload: 50 kg

Kita berharap semoga pelengkapan militer di negeri tercinta Indonesia bisa selalu ditingkatkan yang tentunya diimbangi dengan kemampuan para prajurit yang rela mengorbankan jiwanya demi menjaga kedaulatan NKRI.

Semoga ini bisa menjadi pemacu kita untuk menjaga persatuan negeri ini. Mari sebarkan (SHARE)!