Cara Mengatasi Balita Yang Mengalami Gangguan Tidur


Cara Mengatasi Balita Yang Mengalami Gangguan Tidur

Masalah tidur juga bisa dialami Si Kecil, tak cuma orang dewasa saja. Kabarnya, saat ini para ahli menunjukkan seitar 20 persen anak di bawah usia 5 tahun mengalami masalah tidur.

Memang masalah tidur ini tentu sangat mengganggu, terutama jika sering terjadi di malam hari. Perlu kalian ketahui, masalah tidur dapat dialami pada saat Si Kecil merasa lelah yang akhirnya menyebabkan rewel dan frustasi. Jika tidurnya terus-menerus terganggu, maka anak bisa mengalami gangguan pertumbuhan dan perilaku.

Karena sebenarnya, tidur yang sehat itu adalah tidur yang menyegarkan tubuh setelah bangun. Lalu bagaimanakah ciri tidur yang sehat? Anak mudah tidur dalam waktu kurang dari 20 menit setelah diletakkan di tempat tidur, dan mudah terbangun jika saatnya bangun, dan tidak mengantuk berlebihan di siang hari.

Cara Mengatasi Balita Yang Mengalami Gangguan Tidur

1. Mengalami Mimpi Buruk

Tanda Si Kecil ketika mengalami mimpi buruk, Si Kecil akan merasa takut, namun ia bisa memanggil kalian disaat telah benar-benar terjaga. Dan ia juga akan mengingat mimpi itu. Karena mimpi buruk biasanya terjadi selama tidur pada tahap REM.

Cara mengatasinya: Pastikan Si Kecil gak terlalu lelah dan gak tidur terlalu larut. Kalian bisa membuatnya tidur tenang dengan membacakan beberapa buku dongeng yang menyenangkan atau memutar musik yang menenangkan. Jika ia terbangun karena mimpi buruk, kalian bisa mengajaknya kembali tidur dengan cara menghindari suara atau gerakan yang membuat gaduh, agar ia menjadi tenang.

2. Insomnia

Insomnia juga bisa dialami oleh anak. Salah satu cirinya, Si Kecil sudah berada di tempat tidur lebih dari 20 menit, namun belum tidur juga. Ia sering memberi alasan minta minum, dibacakan cerita, mau pipis, mau menonton TV, dan lain-lain.

Cara mengatasinya: Insomnia dapat diatasi dengan memberikan rutinitas tidur yang baik. Insomnia biasanya disebabkan karena pola asuh orang tua yang gak memberi batasan tepat, kapan anak harus tidur. Untuk membantunya tidur, kalian buatlah jadwal tidur sesuai kebutuhan anak dan usianya, serta lakukan secara rutin. Alangkah baiknya kalian menidurkan Si Kecil di jam yang sama setiap malamnya. Cara ini bisa dimulai sejak dini.

3. Sleep Apnea

Sleep apnea ini adalah henti napas disaat tidur dalam beberapa detik yang akan membuat Si Kecil terbangun. Sleep apnea ini bisa terjadi disaat otot di bagian atas tenggorokan yang seharusnya terbuka saat tidur, berelaksasi hingga menyebabkan saluran udara menyempit. Gejala kondisi ini yakni tidur mendengkur, diikuti fase berhenti bernapas, tercekik, dan terbangun.

Pada siang hari, anak akan menunjukkan gangguan perilaku, dan bahkan gangguan pertumbuhan. Kemudian penyebab tersering yakni pembesaran tonsil dan adenoid yang lazim disebut sebagai amandel.

Cara mengatasinya: Kalau kalian curiga Si Kecil menderita sleep apnea sebab sering mendengkur, sebaiknya bawa ia ke dokter. Maka dokter akan melakukan pemeriksaan apakah penyebabnya karena anatomi (bentuk rahang dan tulang wajah), atau pembengkakan amandel dan adenoid.

Jika pada orang dewasa, salah satu upaya pengobatannya yakni dengan memasang mesin CPAP (continuous positive airway pressure) pada saat tidur, untuk mempertahankan kelancaran saluran napas dengan memberi tekanan udara.

Tapi pada anak penyebab yang paling sering yakni adanya pembesaran amadel dan adenoid. Cara terbaik yakni dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis THT untuk mempertimbangkan pengangkatan amandel dan adenoid. Keberhasilan cara tersebut bisa menanggulangi sekitar 90 persen kasus sleep apnea.

Jika kaliani ingin mengurangi kebiasaan mendengkur anak, kalian bisa coba cara ini:

  • Tidur miring.
  • Tinggikan kepala dari kasur sekitar 10 cm.
  • Jika kelebihan berat badan atau obesitas, sebaiknya atur pola makan anak dan ajak ia lebih aktif bergerak.

4. Sering Terbangun di Malam Hari

Balita dapat saja terbangun 5-6 kali dalam 1 malam, karena berbagai macam alasan.

Cara mengatasinya: Sebetulnya, sang anak belajar mengenal situasi sebelum ia tidur dan perlu situasi yang sama untuk tidur kembali jika ia terbangun pada malam hari. Anak yang diletakkan di tempat tidur sebelum benar-benar tertidur, akan mudah tidur kembali ketika terbangun di malam hari. Anak yang dibiasakan digoyang atau diberi botol sampai tertidur akan mencari goyangan dan botol ketika terjaga di malam hari.

Kalau Si Kecil terbangun, kalian bisa mendekatinya sehingga ia mengetahui bahwa kalian ada di dekatnya, dan akan mencoba sendiri untuk menenangkan dirinya. Kalau ia terbiasa tidur nyenyak namun tiba-tiba menjadi sering terbangun pada malam hari, coba telusuri penyebabnya.

Mungkin itu saja penjelasan yang bisa saya sampaikan, Semoga membantu dan terimakasih.