Biar Gak Nyesel, Begini Cara Menghitung Diskon atau Potongan Harga dengan Cepat

Cara Menghitung Diskon - Siapa yang gak tergiur dengan diskon? Ketika mendengar produk diskon dan pas banget produk itu sedang kita cari, pastinya kita ada hasrat buat segera beli produk tersebut. Yups, diskon memang menjadi salah satu cara untuk menarik hati konsumen, yang biasanya dalam bentuk persen (%).

Ketika mendengar kata diskon, kita seperti terhipnotis. Yang ada dipikiran kita, bahwa kita mendapat harga yang lebih murah padahal bisa jadi itu hanya trik dari penjual. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tips bagaimana cara menhitung diskon dengan cepat.
Cara Menghitung Diskon

Cara Menghitung Diskon


Cara menghitung diskonan sangatlah mudah dan itu berarti kalian harus belajar cara menghitung persen atau persentase. Karena biasanya diskon dinyatakan dalam bentuk persen.

Berikut ini rumus atau cara menghitung diskon:
Diskon = persentase diskon x harga awal
Keterangan:

Harga akhir: harga setelah diskon
Persentase diskon: nilai persen diskon
Harga awal: harga sebelum diskon

Jika besarnya diskon telah ditemukan hasilnya, maka berikutnya kurangkan harga awal produk dengan besarnya diskon. Dari sana kita dapat mengetahui harga produk setelah diskon.

Gimana, sudah mengerti belum? Kalau masih bingung, berikut saya beri contohnya supaya kalian lebih mengerti.

1. Ratih membeli 2 gamis dengan diskon 25%. Jika harga 1 gamis sebelum diskon adalah Rp.200.000, berapa uang yang harus Ratih bayar?

Harga awal 1 gamis= Rp.200.000
diskon = 25%

Harga awal 2 gamis= 2 x Rp.200.000 = Rp.400.000
Nilai diskon = 25% x Rp400.000
= 25/100 x Rp400.000 = Rp100.000

Harga setelah diskon = 400.000 – 100.000 = Rp300.000

Jadi, harga 2 gamis setelah diskon 25% adalah Rp.300.000.

2. Toko Pak Ali menjual sandal. Untuk lebih menarik hati pembeli, Pak Ali memberikan diskon sebesar 20% untuk pembelian dua pasang sandal. Jika harga sepasang sandal adalah Rp.50.000, berapa harga dua pasang sandal setelah diskon?

Persentase diskon = 20%
Harga sepasang sepatu = Rp.50.000

Harga 2 pasang sandal = 2 x 50.000 = Rp.100.000
diskon = 20% x 100.000 = 20/100 x 100.000 = Rp20.000

Harga setelah diskon = 100.000 – 20.000 = Rp.80.000

Jadi, harga 2 pasang sandal setelah diskon 20% adalah sebesar Rp.80.000.

3. Siti membeli baju seharga Rp.160.000 setelah mendapat diskon 20%. Berapa harga baju tersebut sebelum diskon?

Persentase diskon = 20%
Harga baju setelah diskon = 160.000

Pakai Logika perbandingan :
X% +Y% = Z %
20% + 80 % = 100 %

Rp X + Rp.160,000 = Rp Z
(Rp 160.000 x 20%) : 80 % = Rp 40,000

Maka Harga mula-mula ialah Rp 160,000 + Rp 40,000 = Rp 200,000

Maka harga mula-mula dari baju tersebut sebelum dipotong diskon ialah Rp 200,000

4. Harga baju bayi adalah Rp40.000. Untuk keperluan promosi, penjual baju bayi itu memberi diskon sehingga harganya menjadi Rp30.000. Berapa persen diskon yang ditawarkan oleh penjual tersebut?

Harga baju bayi= Rp40.000
Harga baju bayi setelah diskon = Rp30.000

Diskon = 40.000 – 30.000 = Rp10.000
Persentase diskon = 10.000/40.000 x 100% = 25%

5. Ibu Gita membeli gaun seharga Rp500.000, namun ia hanya perlu membayar Rp450.000 saja karena ia memproleh diskon. Sedangkan Ibu Dian membeli gaun seharga Rp400.000 dan ia cukup membayar Rp350.000 saja karena ia memperoleh diskon. Siapa yang memperoleh persentase diskon lebih besar?

Diskon yang didapat Ibu Gita= 500.000 – 450.000 = Rp50.000
Diskon yang didapat Dian= 400.000 – 350.000 = Rp50.000


Keduanya sama-sama mendapatkan diskon sebesar Rp50.000. Tapi, harga gaun yang mereka beli tidak sama, sehingga persentase diskonnya tentu berbeda.

Persentase diskon yang didapat Ibu Gita = 50.000/500.000 x 100%
= 10%
Persentase diskon yang didapat Ibu Dian= 50.000/400.000 x 100%
= 12,5%

Jadi, meski diskon yang didapat oleh Ibu Gita dan Ibu Dian sama-sama Rp50.000, tapi yang memproleh persentase diskon lebih besar adalah Dian.