Terlalu Banyak Main Medsos Ini yang Bisa Terjadi Pada Anak Remaja


Terlalu Banyak Main Medsos Ini yang Bisa Terjadi Pada Anak Remaja

Sudah menjadi sebuah kebutuhan dari kehidupan sehari-hari, semua kalangan tidak luput dari media sosial. Dan bahkan di kalangan anak remaja. Misalnya orangtua mereka, anak-anak juga mempunyai akun media sosial, dan bahkan ada juga yang sejak usia mereka masih bayi.

Jadi berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), dari 143,26 juta orang pengguna internet di Indonesia, dan mayoritas dari pengguna media sosial yakni kaum wanita, termasuk wanita remaja.

Pada saat ini generasi milenial sangat identik dengan gadget. Dan mengapa remaja perempuan sekarang gak bisa lepas dari sosial media? Jika kita lihat dari karakteristiknya perempuan muda itu di usia remaja sampai menjelang dewasa muda sampai usia 20 tahun-an itu kan mereka pas lagi explore identitas diri. Dan semakin menunjukkan saya ini siapa dan bisa apa, di lingkungan remaja saya seperti apa.

Terlalu Banyak Main Medsos Ini yang Bisa Terjadi Pada Anak Remaja


Remaja yang sedang berada di usia peralihan antara anak-anak menjadi dewasa, ini merupakan tahapan yang membingungkan. Masa ini biasanya terjadi di antara usia 15 hingga 20 tahun. Dan remaja di usia tersebut melihat media sosial sangat cocok dengan mereka. Kenapa demikian? Sebab di media sosial dapat mengekspresikan diri dan melihat orang lain untuk dijadikan acuan sesuai dengan kebutuhan perkembangan di usia mereka.

Kalau gak diarahkan dengan benar, maka media sosial bisa memberikan efek buruk pada anak remaja yang menganggap media sosial sebagai 'teman baik' mereka. Jadi efek negatif tersebut antara lain adalah anak remaja dapat mengalami penurunan produktivitas, menurunkan konsentrasi belajar hingga kekurangan jam tidur sebab terlalu asyik dengan ponselnya.

Seperti yang kita lihat bersama-sama bahwa anak remaja sekarang terlalu larut dengan media sosialnya, hal tersebut juga bisa mempengaruhi kesehatan mentalnya. Ini terjadi pada saat mereka mulai membandingkan diri mereka dengan orang lain.

Maka kalau melakukan pembandingan sosial berlebihan, dan itu tak muncul berlebihan sesuai yang di inginkan, maka bisa membuat kita tertekan dan terganggu kesehatan mentalnya, Akan menjadi gak percaya diri dan self esteem menurun.

Maka dari itu untuk para orangtua yang anak remajanya mulai aktif di akun media sosialnya harus lebih waspada. Alangkah baiknya anak diberikan batasan waktu dalam menjelajah media sosial. Dan berikutnya, kemudian orangtua harus berteman dengan anak di media sosialnya. Tapi berteman di sini jangan sampai dianggap anak mengganggu eksistensinya. Misalnya dengan gak memberikan like atau komentar yang berlebihan di akun media sosial anaknya.

Kalau ada postingan yang sedikit menyimpang sebaiknya dijadikan bahan diskusi, bukan dengan langsung melarang. Dan yang paling penting menjalin komunikasi langsung dengan anak supaya orangtua dapat mengetahui  apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh sang anak.

Demikian temen-temen, Semoga informasi yang saya sampaikan bermanfaat, terimakasih.