Wajib Dicoba! Cara Bertahan Hidup Ala Mahasiswa Perantau

Cara bertahan hidup merupakan sesuatu yang mesti kamu pelajari baik kamu yang tinggal bersama orang tua atapun yang jauh dengan keluarga. Pada kondisi dimana kamu berada jauh dengan orang tua atau keluarga maka kamu akan dipaksa bagaimana cara bertahan hidup dan mengatur hidup kamu disana. Hal ini biasanya terjadi bagi kamu yang kerja jauh atau kamu yang sedang kuliah jauh.

Tentunya jika kamu seorang mahasiswa pastinya pernah merasakan hal seperti ini terutama kamu yang punya bekal pas-pasan. Jadi perlu kamu ketahui bertahanan hidup ditempat jauh bukan hanya tentang mengatur keuangan namun juga bagaimana kamu mengatur hidup kamu disana. Nah ini cara bertahan hidup ala mahasiswa perantau yang bisa kamu tiru dan dicoba jika kamu tinggal jauh dan hidup mandiri disana.

Cara Bertahan Hidup Ala Mahasiswa

Cara Bertahan Hidup Ala Mahasiswa Perantau


1. Tempat Tinggal

Hal pertama ketika kamu memutuskan untuk merantau maka yang ada dipikiran kamu adalah dimana kamu tinggal. Ngekos atau tinggal di rumah saudara yang dekat dengan kampus. Jarak antara kampus dengan tempat tinggal kamu jauh atau dekat. Maka kamu harus memperhitungkan plus minus dari tiap-tiap pilihan yang ada. Harus disesuaikan dengan keuangan yang kamu miliki.

2. Mengatur Keuangan Pribadi

Keuangan merupakan faktor yang tidak bisa lepas ketika kamu merantau. Kamu harus bisa mengatur keuangan yang kamu miliki, terlebih uang yang diberi orang tuamu. Kamu harus bisa menggunakan sebaik mungkin uang tersebut untuk keperluanmu selama ada diperantauan. Jadi upayakan untuk membuat catatan keuangan kamu sehingga kamu bisa mencatat mana kebutuhan yang wajib kamu penuhi dan mana yang tidak terlalu kamu butuhkan. Sehingga kamu tahu mana yang harus diprioritaskan. Maka kamu akan belajar menjaga kepercayaan orang tua dengan memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang orang tua titipkan kepada kamu.

Dan kalau bisa kamu harus menyisihkan dana cadangan di awal. Karena kamu tidak tahu kedepannya seperti apa, mungkin ada keadaan darurat maka dana cadangan bisa kamu gunakan.

3. Cari Uang Tambahan

Mencari uang tambahan bisa menjadi solusi ketika kamu hanya diberi uang pas-pasan oleh orang tuamu. Jadi meskipun kewajiban utama kamu untuk menimbah ilmu namun tidak ada salahnya jika kamu mulai mencari uang tambahan guna meringankan beban orang tuamu dan membantu kamu sendiri hidup di perantauan. Maka kerja part time bisa jadi pilihan yang tepat untuk kamu. Sesuaikan dengan jadwal kuliah kamu dan tidak sampai menganggu aktifitas kuliah kamu disana.

Selain itu, kerja part time bisa dijadikan persiapan untuk kamu sebelum kamu terjun di dunia kerja kelak. Jadi kamu bisa menambah pengalaman dan nikmati prosesnya selain uang tambahan yang kamu dapatkan.

4. Memperluas Pergaulan

Kepandaian akademis tidak melulu menjadi faktor kesuksesanmu kelak setelah kuliah dan masuk dunia kerja namun juga bergaul akan menolong kamu untuk memiliki skill interpersonal yang baik, jadi harus seimbang. Dengan memiliki pergaulan yang luas dapat memudahkan kamu punya “channel” untuk masuk ke perusahaan yang kamu mau. Terlebih jika kamu ingin menjadi pengusaha maka pergaulan sosial sangat dibutuhkan guna kesuksesan usahamu.

Jangan batasi pergaulanmu hanya dengan yang seumuran namun juga dengan siapa saja termasuk dengan orang yang lebih tua seperti dosen kamu. Karena mereka memiliki pengalaman yang banyak sehingga bisa memberi kamu pandangan yang luas tentang dunia kerja di luar sana.

5. Mengikuti Kegiatan Kemahasiswaan

Kegiatan-kegiatan informal biasanya sudah memang diadakan oleh kampus untuk mahasiswa. Nah salah satu dari kegiatan tersebut bisa kamu ikuti. Karena akan ada berbagai kegiatan yang diadakan seperti kesenian, olahraga, ada juga kegiatan keagamaan. Bakal banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan saat mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini, seperti menyalurkan hobi dan membentuk karakter.

6. Jaga Diri

Jika kamu perhatikan poin nomor 4 diatas, bukan berarti kamu bergaul sebebas-bebasnya untuk memperluas pergaulan kamu. Kamu harus bisa menyaring orang-orang di sekitar kamu. Bergaulah dengan teman-teman yang positif namun bukan berarti kamu tidak mau sama sekali untuk berkomunikasi dengan teman-teman yang memiliki kebiasaan buruk. Tapi kamu cukup membatasinya malah kalau bisa kamu mengajak teman-teman kamu ke kegiatan yang positif.

Jangan mudah terpengaruh dengan gaya hidup teman-teman kamu yang mewah ya.

7. Ingatlah Support System Terbaikmu, yaitu Keluarga!

Memang tidak mudah untuk hidup di perantauan, kita biasanya merindukan keluarga. Yang mana kita menghabiskan banyak waktu bersama mereka. Tentu perlu waktu dan biaya jika kita ingin pulang pergi untuk mengunjungi keluarga. Namun sekarang tidak usah khawatir karena sekarang sudah ada teknologi video call, jadi kamu bisa menghubungi keluargamu di kampung dengan menatap wajah mereka. Karena dukungan dari keluargamu bisa menjadi penyemangat untuk kamu.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu ya..