Penyebab Cegukan Dan Cara Mengatasinya

Cegukan merupakan hal biasa yang hampir semua orang mengalaminya dan tidak bahaya sebab hanya berlangsung dalam hitungan menit atau jam saja. Namun terkadang hal tersebut terasa menjengkelkan apabila berlangsung dalam waktu yang lama.

penyebab cegukan dan cara mengatasinya

Menurut Literatur medis, cegukan disebut sebagai singultus, berasal dari bahasa Latin singult yang memiliki arti megap-megap. Cegukan merupakan hal lazim untuk siapapun yang bernapas. Bahkan, manusia cegukan sejak masih berada di dalam kandungan.

Saat cegukan, terjadi kontraksi diafragma yang tiba-tiba dan tidak disengaja serta otot-otot di antara tulang rusuk.  Hal ini berakibat asupan udara yang cepat sehingga memicu penutupan glotis dengan suara berisik. Sebeb itulah cegukan menimbulkan suara tertentu.
Baca juga: 9 Cara Membakar Kalori Tanpa Olah Raga, Emang Bisa?
Penyebab cegukan paling umum yaitu perut kembung. Apabila perut terlalu penuh oleh gelembung makanan atau gas, keadaan itu bisa merangsang saraf vagus atau frenikus sampai terjadi cegukan. Refluks asam karena minuman bersoda juga bisa memicu cegukan.

Selain itu, apapun yang mengganggu saluran pencernaan atau pernapasan bisa menyebabkan terjadinya cegukan. Beberapa contohnya yakni mengonsumsi makanan pedas, makan terlalu cepat, atau makan dan menghirup udara secara bersamaan.

Cegukan juga dapat disebabkan minum alkohol, merokok, menguap, atau konsumsi obat-obatan rekreasional. Faktor lain yaitu tertawa sangat keras, berbicara penuh semangat, stres, cemas, kurang tidur, defisiensi mineral, ketidakseimbangan elektrolit, dan bercukur.

Penanganan terbaik yaitu mengetahui dan melakukan identifikasi terkait penyebab yang mendasarinya, menurut Scott Gabbard, ahli gastroenterologi di Klinik Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, ketika menyarankan sejumlah penanganan cegukan.

Contohnya, memilih minum air putih daripada soda, menghindari makanan pedas, atau mengendalikan napas ketika stres atau kewalahan. Minum obat untuk mengendalikan refluks gastrointestinal juga dapat membantu apabila ada gejala lain seperti mulas.

Sejumlah studi ilmiah membahas, cegukan dapat berhenti setelah pijat rektum digital dan orgasme. Untuk kasus terekstrem, pasien cegukan membutuhkan resep obat penenang, pelemas otot, atau obat anti-kejang.

Sebagaiman kata Gabbard, yang dikutip dari laman Channel News Asia."Beberapa pasien memerlukan suntikan atau penanganan alat neuromodulasi yang merangsang saraf vagus, namun terapi invasif ini merupakan pilihan terakhir,"